Paperless Office: Sudah siapkan kita? Berapa banyak kita habiskan kertas di kantor? Berapa kali konsep suratharus dicetak untuk dikoreksi sebelum kita tandatangani? Berapa kali kitarapat dalam seminggu? Berapa banyak bahan rapat dicetak dan difotokopi?Berapa kali kita terima surat undangan tiap hari? Berapa banyak suratmasuk harus difotokopi untuk keperluan disposisi? Kehidupan saya sebagai bagian dari perjalanan roda akademik UniversitasGadjah Mada selalu berhadapan tumpukan kertas yang terus berdatangansetiap saat. Hampir tiap hari ada mahasiswa yang datang menyerahkannaskah tugas-tugas kuliah atau pun draf skripsi. Dokumen datang tidakhanya dari mereka yang menjadi tanggung jawab pembibingan tugas akhiratau pengajaran kuliah tetapi juga datang dari mereka yang memegangnama saya dalam daftar pengujinya. Sebagian besar dari naskah tersebuthanya berfungsi sebagai media komunikasi satu sesi. Dosen membubuhkancoretan-coretan koreksi; mahasiswa langsung membuangnya setelah koreksidilakukan. Proses pengetikan, pencetakan naskah dan pengkoreksian inibisa terjadi berkali-kali untuk bab yang sama. Dalam pelaksanaan acara perkuliahan, kontribusi dosen pada penggunaankertas cukup besar. Penyerahan naskah bahan kuliah baik yang diketiksendiri maupun hasil pencarian dari Internet ke mahasiswa, langsungmenghasilkan kertas sejumlah halaman bahan dikalikan jumlah mahasiswayang mengambil mata kuliah. Dengan perhitungan rerata 12 kali kuliahuntuk kelas berukuran 60 mahasiswa, 5 halaman naskah per tatapmuka akanmengakibatkan penggunaan tidak kurang dari 7 rim kertas tiap semesternya. Untuk keperluan administratif pengembangan karirnya, dosen punya kewajibanmengumpulkan bukti-bukti prestasi akademik dalam bentuk dokumen pengakuanadanya kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.Pada gilirannya, setumpuk kertas bukti tersebut akan difotokopi sebanyakanggota tim penilai untuk menentukan kelayakan kenaikan jabatan ataupangkat dosen yang bersangkutan. Dalam praktek, pembuatan dokumenadministratif kenaikan pangkat dan jabatan tidak selalu bisa sekali jadidan ini berarti terjadi akumulasi produksi naskah yang cukup besar. Salah satu tugas pimpinan di unit-unit kerja di lingkungan Kampus UGMadalah mengikuti dan juga memimpin rapat baik pada tikat di atasnya maupundibawahnya. Kepala UPT Puskom misalnya, menerima dua-tiga undangan rapattiap harinya. Sering masing-masing undangan disertai lampiran bahanrapat atau notulasi rapat sebelumnya. Di ruang rapat, lebih banyak lagibahan tercetak/terfotokopi dimeja sudah menanti, belum lagi naskah yangdatang disela-sela acara rapat itu sendiri. Sebelum kembali dari rapat,notulen masih membagikan fotokopi hasil rapat; hasil ini akan difotokopilagi untuk dibagikan kembali bersama undangan rapat berikutnya. Selain rapat-rapat, kertas juga banyak digunakan untuk urusanadministratif. Kepala unit kerja di manapun tiap hari harusmenandatangani sejumlah kertas untuk berbagai kerperluan akuntansikeuangan mulai dari dokumen pengajuan uang muka sampai ke berbagaipertanggungjawaban. Dokumen-dokumen serupa harus diproduksi pula untukkeperluan administrasi pengadaan barang dan jasa bagi institusi yangbersangkutan. Setiap dokumen harus dibuat rangkap minimal 3. Semua acarayang memerlukan biaya, misalnya makanan kecil untuk rapat, harus didukungdengan bukti daftar hadir acara yang mesti dibuat rangkap 3 pula. Surat dari instansi lain merupakan dokumen penting yang harus disimpansebaik-baiknya karena sewaktu-waktu di masa datang bisa dibutuhkan untukrujukan. Sering untuk keperluan disposisi, surat difotokopi. Dari satusurat bisa muncul banyak fotokopinya karena pimpinan mengambil keputusanbahwa isi surat tersebut harus segera diketahui banyak pihak. Selainsalinan surat, pesan disposisi diberikan di formulir khusus yangdisertakan. Lagi-lagi penumpukan kertas terus berlangsung. Dapatkah budaya menghambur-hamburkan kertas ini dihilangkan darisistem perkantoran di kampus UGM? Jawabnya bisa. Saat ini kita amatjarang menemui dokumen yang dibuat dengan mesin ketik manual. Bolehdibilang bentuk asli dari semua naskah yang kita terima diproduksi dengankomputer. Dengan fasilitas jaringan komputer, target pembaca naskah yangdiproduksi tersebut bisa langsung membaca atau setidaknya memiliki copydigitalnya dari komputer masing-masing. Undangan rapat dapat dikirimmelalui e-mail. Bahan rapat dapat disediakan di suatu server dalamjaringan komputer. Transaksi keuangan serta pengadaan barang dan jasadapat dilakukan melalui sistem on-line. Mahasiswa dapat mengirimkanbentuk awal dari naskah tugas akhirnya melalui Internet. Dosen dapatmengetikkan koreksiannya langsung dinaskah tersebut sebelum dikembalikanke mahasiswa dengan menggunakan font warna lain misalnya. Di lingkungan Gadjah Mada, paperless office bukan lagi impian kosong.Jaringan kampus telah terpasang menghubungkan komputer-komputer yang digunakanpara penghuni digedung-gedung utama di seluruh kawasan kampus. Lokasi-lokasi di luargedung utama bisa mendapatkan koneksi jaringan melalui kabel telponataupun dengan teknologi jaringan komputer tanpa kabel. Di meja pimpinanunit-unit kerja pada umumnya sudah tersedia komputer bahkan tidak jarangditemui para pejabat menjinjing komputer portabel. Beberapa unit sepertiLab Elektronika dan Instrumentasi serta Fakultas Farmasi telah mengadakanprogram pengadaan komputer jinjing untuk dosen-dosennya. Program serupamulai dilakukan pula di unit-unit lain. Karena maraknya berita tentang computer hacking dan cracking, kadang kitamerasa sarana komunikasi elektronis kurang aman dibanding komunikasi kertas.Namun mestinya kita juga menyadari bahwa budaya fotokopi dan fax jugatidak memberi rasa aman 100%. Memang beberapa jenis dokumen yang punya nilaihukum seperti kontrak kerja belum bisa digantikan sepenuhnya dengan bentukelektronis. Namun demikian, produksi naskah tercetak dikertas untukkeperluan komunikasi sehari-hari sudah mulai bisa kita hilangkan.Mungkin paperless office tidak bisa diwujudkan penuh 100% namun sekarangkita bisa memulainya dengan membangun budaya less paper office. sumber : prastowo.staff.ugm.ac.id/artikel/paperless-office.txt
1 komentar:
hello..
aku belum punya blog tapi... fs punya.
sapa tau kita bisa tmenan tukar cerita.. ok!
good luck. fs aku : rickil23jp@yahoo.co.jp
Posting Komentar